Sebab sejak awal bantuan diajukan hingga bantuan dieksekusi, semua diurusi Anang. Terlebih Anang juga mengarahkan pada toko bangunan, setelah Viki mendapat bantuan subsidi Rp 10 juta
Anang tidak terima dengan rumor miring tersebut. Ia memastikan, perbaikan rumah Viki hingga menelan biaya Rp 16 juta sudah melewati proses runding.
Baca Juga:
Rapat Persiapan Festival Bunga dan Buah 2026, Tegaskan Komitmen dan Wujudkan Aksi Nyata
"Sebelum biaya renovasi rumah membengkak, saya sudah komunikasi dengan Viki. Karena saya lihat keadaan Viki, cuma dia menyanggupi," kata Anang, Minggu (13/3/2022).
Sholeh, pemilik toko material bangunan membenarkan ucapan Anang. Ia menjelaskan, biaya bedah rumah tersebut menelan belasan juta rupiah sebab Viki menginginkan bahan material berkualitas tinggi.
Selain itu, proses pengerjaan renovasi rumah dikerjakan oleh 3 tukang dengan waktu pengerjaan lebih dari 15 hari.
Baca Juga:
Kejari Jakbar Kembalikan Rp 5.194.315.000 Miliar Uang Pengganti Kerugian Negara dari Kasus Pembebasan Tanah
"Material rumah yang digunakan itu bagus, ada rinciannya. Sebelum uang Rp 10 juta habis, Viki saya sudah rundingan dilanjutkan apa tidak. Ternyata Viki menyanggupi. Akhirnya, saya sebagai pemilik toko berani ngutangi," ujar Sholeh.
Polemik program bedah rumah melibatkan tiga pihak ini sekarang diselesaikan secara kekeluargaan.
Ketiga pihak kembali berunding mencari solusi. Viki pun menyanggupi akan membayar tunggakan Rp 6 juta kepada Sholeh, si pemilik toko.