WahanaNews-Jatim | Uap air panas, yang mengepul dari cerobong, seolah membungkus hampir seluruh areal pembangkit, Senin (4/10/2021) pagi itu.
Para petugas, lengkap dengan alat pelindung diri, lalu lalang di bawah kepulan uap yang perlahan lenyap terurai di angkasa.
Baca Juga:
Pemkab Karo Lepas Peserta Kontingen Karo ke Jamnas XII di Cibubur Jakarta,Salah Satu Siswa SMPN 1 Naman Teran Ikut Serta
Aroma gas beracun hydrogen sulfida menyengat, menembus masker berlapis.
Putaran turbin dan generator seakan memekakkan telinga.
Mengenakan masker, sepatu bot, helm, serta tangan menggenggam alat pendeteksi hydrogen sulfida, Soniawan Temor (33) berjalan menuju sebuah ruang bawah tanah.
Baca Juga:
Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN 2026, Jakarta dan Bandung Siapkan Venue
Ia masuk mengontrol sambungan ujung pipa berukuran 25 inci.
Pipa itu mengalirkan uap bersuhu 180 derajat celcius yang terus menekan dari perut bumi di bawah sana, pada kedalaman 878,6 meter.
Sambungan yang bernama kepala sumur itu dilewati 88 ton uap panas setiap jam.