Dari ujung kepala sumur, uap disalurkan menuju turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Pulau Flores, tepatnya Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Pembangkit itu berdiri di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, sekitar 26,4 kilometer arah tenggara Ruteng, ibu kota Manggarai.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Targetkan 100 Ribu Kunjungan Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026
Lokasi itu berada di kawasan perbukitan, pada ketinggian 621 meter di atas permukaan laut.
Selama delapan jam kerja per hari, Temor harus memeriksa kepala sumur setiap satu jam.
“Titik ini termasuk dengan risiko paling tinggi, makanya dipantau secara intensif,” ujarnya yang bertugas sejak tujuh tahun silam itu.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Percepat Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran 2026, Fokus pada Jalur Strategis dan Titik Rawan
Tingginya risiko itu lantaran sumur dan pembangkit berada dalam satu areal.
Jarak antara sumur dengan pembangkit kurang dari 25 meter.
Sekedar membandingkan, ada PLTP lain di Indonesia yang jarak antara sumur dan pembangkit hingga berkilo-kilo meter.