Sebab, hari ketiga dan keempat dikenal sebagai Chi Kou yang artinya mudah terlibat perdebatan. Itu ada kaitannya dengan hidangan goreng yang dikonsumsi selama dua hari pertama.
Masyarakat Tionghoa Surabaya kebanyakan, biasanya berdoa dan berziarah ke kuburan keluarga pada hari ketiga dan keempat.
Baca Juga:
Polsek Perdagangan Monitor dan Pengamanan Kegiatan Ibadah Ritual Perayaan Tahun Baru IMLEK 2576
5. Hari Kelima
Istilah Po Wu dalam hari kelima Imlek memiliki arti menyingkirkan yang lama. Umumnya, masyarakat Tionghoa Surabaya akan membersihkan barang-barang yang sudah lama dan tidak terpakai. Membuang sampah dan sisa sesajian yang telah terpakai sebelumnya.
Baca Juga:
Usai Sempat Terendam Banjir, Akses Menuju Bandara Soetta Kembali Normal
Pada hari kelima, masyarakat akan meramal dan memperkirakan suram atau tidaknya, kedamaian, keberuntungan sepanjang tahun dengan cuaca hari tersebut. Bisnis juga dibuka kembali pada hari tersebut.
Hari kelima bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Dewa Kekayaan. Sehingga orang yang percaya akan sembahyang khusus bagi Dewa Kekayaan.
6. Hari Keenam