Sedangkan petugas daerah rawan di Daop 9 Jember sendiri, pihaknya menyiagakan 74 petugas ekstra, 64 untuk penjaga pintu perlintasan dan 10 pemeriksa jalur.
Ia menjelaskan bahwa KAI menyiapkan strategi manajemen krisis bernama AMUS (Alat, Material, Untuk Siaga). Strategi tersebut selain menyiagakan tim personel lapangan khusus, juga menyediakan alat dan material yang ditempatkan tersebar di sepanjang jalur kereta api.
Baca Juga:
Penuh Kebersamaan, Peringatan May Day 2026 di Jambi Berlangsung Aman dan Kondusif
"Periode Angkutan Lebaran merupakan momentum di mana seluruh insan KAI akan memberikan kinerja terbaik. Hal tersebut kami upayakan agar kereta api tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk moda transportasi saat mudik," ujarnya.
[Redaktur: Amanda Zubehor]