Tohom menilai kesiapan proyek jauh lebih penting dibandingkan hanya menawarkan daftar potensi investasi kepada pelaku usaha.
“Investor membutuhkan kepastian mengenai lahan, perizinan, infrastruktur, sumber daya manusia, rantai pasok, dan pasar sebelum memutuskan menanamkan modal,” ujarnya.
Baca Juga:
Evyap Resmi Beroperasi di KEK Sei Mangkei, MARTABAT Prabowo-Gibran: Hilirisasi Indonesia Semakin Kompetitif
Ia berharap blueprint tersebut juga memiliki target investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, peningkatan PAD, dan indikator manfaat ekonomi yang dapat diukur secara berkala.
Menurut Tohom, keberhasilan Pawitandirogo nantinya tidak cukup dinilai berdasarkan jumlah proyek atau besarnya investasi yang berhasil masuk.
Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah kemampuan kawasan menciptakan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi kesenjangan ekonomi antardaerah.
Baca Juga:
KEK Mekar Putih Kalsel Dibidik Beroperasi Mulai 2027, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Mesin Ekonomi Baru
“Kalau enam daerah ini benar-benar terkoneksi dan masing-masing memainkan keunggulannya, Pawitandirogo dapat menjadi contoh bagaimana aglomerasi daerah membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru dari kekuatan lokal,” tutup Tohom.
[Redaktur: Sandy]