Menurutnya, pemerintah perlu membangun mekanisme yang memungkinkan produk, tenaga kerja, modal, wisatawan, dan layanan bergerak lebih efisien di antara enam daerah.
“Pawitandirogo harus dibangun sebagai satu ekosistem ekonomi, sehingga kemajuan satu daerah menciptakan permintaan dan peluang ekonomi bagi daerah lainnya,” ucapnya.
Baca Juga:
Evyap Resmi Beroperasi di KEK Sei Mangkei, MARTABAT Prabowo-Gibran: Hilirisasi Indonesia Semakin Kompetitif
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa konektivitas akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan integrasi ekonomi Pawitandirogo.
Ia menilai rencana reaktivasi jalur kereta api Madiun-Slahung di Ponorogo dapat menjadi infrastruktur strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
“Kalau ingin membangun kawasan ekonomi yang terintegrasi, konektivitas harus hadir lebih dahulu atau setidaknya bergerak bersamaan dengan investasi,” kata Tohom.
Baca Juga:
KEK Mekar Putih Kalsel Dibidik Beroperasi Mulai 2027, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Mesin Ekonomi Baru
Menurutnya, infrastruktur transportasi yang efisien dapat menurunkan biaya logistik sekaligus memperbesar jangkauan pasar produk dari daerah-daerah Pawitandirogo.
Reaktivasi jalur kereta juga dinilai berpotensi mendukung pergerakan wisatawan menuju berbagai destinasi di kawasan Selingkar Wilis dan sekitarnya.
Tohom berpandangan konektivitas tersebut perlu dipadukan dengan jaringan jalan, terminal logistik, transportasi antardaerah, serta infrastruktur digital.