“KEK generasi baru tidak cukup hanya berbicara mengenai lahan dan insentif investasi, tetapi harus mempunyai konektivitas fisik dan digital yang membuat aktivitas ekonomi bergerak cepat,” ujarnya.
Selain konektivitas, Tohom melihat pembiayaan pembangunan sebagai tantangan yang perlu dijawab melalui inovasi pemerintah daerah.
Baca Juga:
Evyap Resmi Beroperasi di KEK Sei Mangkei, MARTABAT Prabowo-Gibran: Hilirisasi Indonesia Semakin Kompetitif
Ia mengapresiasi penggunaan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Kabupaten Madiun sebagai salah satu alternatif ketika kemampuan fiskal daerah terbatas.
Kabupaten Madiun telah menerapkan KPBU Alat Penerangan Jalan dengan nilai investasi Rp113,5 miliar untuk 7.459 titik selama masa konsesi 10 tahun 9 bulan.
Menurut Tohom, pengalaman tersebut menunjukkan proyek infrastruktur daerah dapat dikembangkan tanpa seluruh kebutuhan pembiayaan harus bergantung pada APBD.
Baca Juga:
KEK Mekar Putih Kalsel Dibidik Beroperasi Mulai 2027, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Mesin Ekonomi Baru
“Pemerintah daerah harus semakin kreatif membangun proyek yang layak secara ekonomi agar modal swasta bisa masuk tanpa mengurangi orientasi pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
MARTABAT Prabowo-Gibran juga memandang rencana penyusunan Pawitandirogo Investment Readiness Blueprint oleh Himpunan Kawasan Industri dalam 90 hari sebagai langkah penting untuk memberikan kepastian kepada calon investor.
Blueprint tersebut direncanakan mencakup pemetaan rantai pasok, kesiapan lahan, integrasi tata ruang, hingga pengurusan perizinan AMDAL.