Jatim.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif rencana pengembangan enam daerah di Jawa Timur menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis pariwisata, agroforestri, ekonomi kreatif, logistik, dan potensi unggulan masing-masing wilayah.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, “Rencana Pawitandirogo harus dilihat sebagai kesempatan membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur yang bertumpu pada kekuatan daerah”.
Baca Juga:
Evyap Resmi Beroperasi di KEK Sei Mangkei, MARTABAT Prabowo-Gibran: Hilirisasi Indonesia Semakin Kompetitif
Menurut Tohom, enam daerah yang terdiri dari Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Ponorogo memiliki karakter ekonomi yang berbeda sehingga pengembangannya tidak dapat menggunakan satu pola yang seragam.
Ia melihat konsep spesialisasi antardaerah sebagai strategi yang tepat untuk membentuk rantai ekonomi regional yang saling melengkapi.
“Jangan memaksa semua daerah menjadi kawasan manufaktur karena setiap wilayah memiliki kekuatan yang berbeda, dan justru perbedaan itulah yang harus dihubungkan menjadi satu mesin ekonomi,” ujar Tohom.
Baca Juga:
KEK Mekar Putih Kalsel Dibidik Beroperasi Mulai 2027, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Mesin Ekonomi Baru
Rencana pengembangan Pawitandirog dibahas dalam Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo 2026 di Madiun, Jumat (21/8/2026), yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi industri, dan komunitas kreatif.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sebelumnya menyebut karakter geografis Selingkar Wilis dan Lereng Lawu membuat kawasan tersebut lebih sesuai dikembangkan melalui pariwisata, agroforestri, dan ekonomi kreatif dibandingkan industri manufaktur berat.
Menurut Tohom, pendekatan berbasis karakter geografis tersebut dapat menghindarkan daerah dari pembangunan yang tidak sesuai dengan daya dukung wilayah.