Festival tersebut juga sebagai salah satu upaya memperkuat pelestarian rujak cingur yang merupakan salah satu warisan budaya tak benda (WBTB) asal Surabaya.
Oleh karena itu, selalu masuk dalam rangkaian HJKS setiap tahunnya.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
“Rujak cingur sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda maka kami lestarikan setiap tahunnya,” ucapnya.
Pemkot berencana mengundang sejumlah konjen dan mahasiswa asing. Bahkan, beberapa tamu kehormatan sudah diminta hadir dalam acara spektakuler tersebut.
"Pada intinya, kami ingin memperlihatkan ada sesuatu yang unik dari Surabaya, kearifan lokalnya. Sudah dau tahun ini tidak menggelar acara ini," ungkapnya.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Wiwiek memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk kelancaran acara, termasuk dengan kepolisian terkait keamanannya.
Untuk kapasitas yang sebenarnya empat ribuan hanya dimanfaatkan 75 persen saja.
“Ini juga kami antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Wiwiek. [non]