Ditinggalkan
Kini, pertunangan anak dan endogami perlahan ditinggalkan.
Baca Juga:
Audit Kasus Stunting Untuk Menurunkan Angka Stunting di Toba
Terutama seiring dengan meningkatnya pendidikan masyarakat Madura.
Gesekan dengan lingkungan luar Madura, membuat anak memiliki pandangan sendiri untuk menentukan jodohnya.
"Dulu perjodohan itu hak prerogatif orang tua.
Baca Juga:
Tingkatkan Pengetahuan Kader BKB Untuk Turunkan Stunting
Jika menentang perjodohan bisa disebut durhaka diikuti dengan dalil-dalil syariat.
Namun di pelosok Madura, endogami masih dipertahankan," ujarnya.
Menurut Syukron, dalam tradisi endogami di Madura, ada spirit yang hendak dipertahankan.