"Kami minta pengelola melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan atau tiang, serta papan reklame atau baliho agar tidak roboh ketika tertiup angin kencang," ungkapnya.
Sementara Kepala Bakesbangpol Jatim ini juga meminta pengelola melakukan antisipasi lonjakan kunjungan wisatawan dengan membatasi jumlah pengunjung.
Baca Juga:
370 Peserta Balik Kerja Jatim Diberangkatkan BPKH Menuju Jabodetabek
Disbudpar Jatim juga terus menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian pemkab/pemkot serta masyarakat dan pihak terkait dalam pencegahan risiko bencana hidrometeorologi.
"Kami terus mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi. Dan pesan kami juga selalu memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG," ungkapnya.
"Dengan kewaspadaan seluruh stakeholder pariwisata, diharapkan dapat terwujud kepariwisataan Jatim yang sehat dan selamat di momen Nataru ini," tandasnya.[ss]