"Ya remaja sebangsa gangster. Kalau pakai (atribut) pencak silat, enggak," ujarnya saat ditemui di ruang tamu kediamannya.
Aksi pengeroyokan yang dialami DF beserta seorang temannya berakhir di depan rumah nomor 10 yang ditinggali Sri Fatun, suami dan anak-anaknya.
Baca Juga:
Sadis! Pemuda Dibacok OTK Bertubi-tubi di Bandung, CCTV Rekam Detik-Detik Penyerangan
Di halaman depan rumah Sri Fatun itu, DF menjadi sasaran pengeroyokan berujung pembacokan, oleh sekelompok remaja sebelum akhirnya kabur.
Warga setempat Sri Fatun mengaku, dirinya berusaha tetap berada di dalam ruang tamu rumahnya, selama keributan yang ditimbulkan oleh sejumlah remaja itu sekonyong-konyong terjadi di halaman depan rumahnya, pagi itu.
Upaya itu sengaja dilakukannya, untuk bersembunyi sekaligus menghindarkan diri dari sasaran kemelut beberapa remaja yang terlibat perkelahian di depan rumahnya.
Baca Juga:
Pria Mengamuk dengan Senapan Angin dan Membacok hingga Membunuh di Kalideres
Bahkan saking takutnya kemelut diantara beberapa remaja tak dikenal itu, menimpa anggota keluarganya.
Ia sampai harus mematikan seluruh lampu ruangan di dalam rumah agar tetap samar dan terhindar dari sasaran aksi kejahatan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
"Setelah mereka pergi. Lampu rumah dimatikan semua (biar aman). Lalu saya keluar setelah melihat Pak Bagio keluar," ujar Sri Fatun, saat ditemui awak media di depan rumahnya.