Sejumlah bantuan berupa peralatan sekolah, perangkat shalat, hingga paket Gemarikan diberikan kepada siswa-siswi SDN Kedungrejo, SDN Pacinan, SDN Muneng, dan SDN Simo 01.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemasangan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) di beberapa titik secara gratis dan sudah dapat dioperasikan.
Baca Juga:
Dari Lampu Rumah ke Energi Surya: Transisi Energi Dimulai dari Desa
"Keberadaan PJUTS diharapkan mampu meningkatkan penerangan lingkungan sekaligus menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari," katanya.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyambut baik bantuan listrik gratis yang menyasar warga kurang mampu di wilayahnya.
"Program ini tentu sangat bermanfaat bagi warga sasaran yang selama ini belum memiliki akses listrik," kata Bupati Hari Wuryanto.
Baca Juga:
Listrik Desa Jadi Pintu Masuk Industrialisasi Nias
Ia menyebut sebanyak 513 keluarga yang menerima bantuan program BPBL itu terdapat sejumlah wilayah, di antaranya di Kecamatan Balerejo sebanyak 257 KK dan sisanya tersebar di daerah lain, seperti Kecamatan Pilangkenceng.
Sementara, untuk wilayah Jawa Timur total ada sebanyak 40.910 KK yang menjadi sasaran program BPBL tersebut.
Pihaknya berharap dengan bantuan tersebut, dapat meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Madiun, utamanya yang sulit mengakses listrik.