Selain itu, dokter forensik juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata dan kebiruan pada bibir yang lazim dijumpai pada korban meninggal akibat mati lemas atau asfiksia. Pemeriksaan organ dalam turut memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, hingga dinding lambung.
Kendati demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan lantaran kondisi pembusukan lanjut pada organ tubuh korban. Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi Laboratorium Forensik Polda Jatim terhadap sampel ginjal, lambung beserta isinya, serta kuku jari korban.
Baca Juga:
Dugaan Pelecehan di Perbakin Surabaya, Korban Masih Berusia 15 Tahun
[Redaktur: Amanda Zubehor]