JATIM.WAHANANEWS.CO, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyiapkan lahan seluas 65 hektare untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan fasilitas layanan haji seiring rencana Bandara Internasional Dhoho mulai melayani embarkasi haji pada 2027.
"Dalam jangka panjang Pemerintah Kabupaten Kediri bahkan menyiapkan lahan seluas 65 hektare yang berada sekitar satu kilometer dari Bandara Dhoho untuk mendukung pengembangan fasilitas pelayanan haji," kata Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa dalam keterangannya di Kediri, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga:
Tahun Depan Tol RI Tambah Panjang Lagi 308,7 Km, Bakal Tembus Yogya & Kediri
Pihaknya juga telah ikut rapat koordinasi membahas kesiapan teknis dan operasional embarkasi haji, meliputi infrastruktur bandara, aksesibilitas, kebutuhan sumber daya manusia, skema operasional penerbangan, hingga mitigasi risiko.
Dalam pembahasan di Surabaya tersebut, Bandara Dhoho menjadi salah satu opsi embarkasi haji bagi sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di kawasan Mataraman.
Dewi menjelaskan berbagai infrastruktur penunjang terus dipersiapkan, mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga akses jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Baca Juga:
Pemkot Kediri Libatkan Pendamping PKH untuk Awasi Penyaluran Bansos Triwulan I 2025
Selain itu, layanan kesehatan di sekitar kawasan bandara juga mulai dipersiapkan untuk mendukung pelayanan jamaah haji.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan dukungan akomodasi berupa sekitar 10 hotel di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri dengan kapasitas mencapai 748 kamar.
Kementerian Haji dan Umrah menyatakan pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan Bandara Dhoho Kediri, sebagai embarkasi haji untuk mengurangi kepadatan di Bandara Juanda dan Asrama Haji Surabaya.