Pembangunan yang berdiri diatas lahan seluas 1.300 persegi itu sudah tampak selesai dua bangunan, meliputi Pos Security dan Gedung Control. Ditambah sudah terpasang PV Modul 144 panel.
Supervisior Pekerjaan Sipil Edy Sarko mengatakan, pembangunan sudah mencapai 80%. Diperkirakan awal bulan Agustus nanti sudah dipasang pagar. Sehingga, tepat di penghujung bulan Agustus pembangunan sudah rampung. Tinggal teknisi listrik nanti yang melakukan distribusi listrik menuju ke rumah-rumah warga.
Baca Juga:
Pascakonflik Timur Tengah, ALPERKLINAS Dorong Semua Pihak Dukung Konversi PLTD Jadi PLTS
"Kami mulai pengerjaan sejak Bulan Maret 2022. Mulai pemasangan panel, dan pemasangan bateri. Nantinya setelah selesai pembangunan ada penarikan kabel dari panel surya ke gedung control lalu dari gedung control itu aliran listrik ke rumah-rumah warga," ujar Edy Sarko.
Dijelaskan, bahwa kekuatan sinar surya 50 kilowatt peak (kWp). Setelah nanti dikonversi menjadi 200 kilowatt-hour (KWh).
Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga mengatakan, pembangunan aliran listrik di Gili Timur adalah hasil dari sinergitas Pemkab Gresik bersama PLN Gresik. Dengan harapan melalui pembangunan pembangkit listrik ini, nantinya bisa bermanfaat kepada masyarakat Bawean khususnya Gili Timur.
Baca Juga:
Konversi PLTD ke PLTS Bisa Hemat Konsumsi Minyak dan Gas Sekaligus Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen, ALPERKLINAS: Pemerintah Top!
"Mulai mendengar aspirasi kami bersama warga Gili. Hingga kini dibangun salah satu titik pembangkit listrik tenaga surya Jawa-Bali oleh PLN unit Jatim," ungkap Bupati Yani.
Sebagai informasi, selama ini aliran listrik warga Pulau Gili Timur didapat melalui cara patungan. Itu pun, masih banyak kendala dikarenakan warga menggunakan jetset dan aki untuk sekedar mendapatkan listrik. Dari pengerjaan pembangunan PLTS di Gili Timur, saat ini sudah hampir selesai pada tahap memasang panel surya.