Dengan begitu perusahaan rokok dapat menjalankan usahanya dengan lancar.
Tidak lagi menjadi kejar-kejaran aparat yang berwenang.
Baca Juga:
Komisi I DPR Desak Komdigi Perkuat Informasi Positif dan Lawan Penyebaran Hoaks
Dikatakan Gus Muhdlor industri rokok membantu pemerintah dalam penerimaan negara dibidang tembakau dan cukai.
Oleh karenanya diharapkan perusahaan rokok yang ada dapat bersinergi dalam pembangunan.
"Industri rokok ini membantu pemerintah dalam penerimaan negara dibidang tembakau dan cukai sehingga berkontribusi dalam pembangunan," ucapnya.
Baca Juga:
MCGJWC 2026 Sukses Digelar, Kemenpora Optimistis Lahir Talenta Golf Indonesia Berprestasi Dunia
Disisi lain Bupati Gus Muhdlor mengungkapkan Kabupaten Sidoarjo pada Tahun 2022 melalui anggaran DBHCHT akan membangun kawasan industri hasil tembakau (KIHT) di Desa Candipari.
Kawasan tersebut akan menampung industri rokok yang luas pabriknya kurang lebih 200 M2.
"Dengan adanya KIHT ini diharapkan tumbuh industri-industri pendukung seperti tembakau campur, pengangkutan, etiket filter, pengemasan sehingga dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak," ucapnya.