Langkah itu mengurangi beban debit air yang berada di kawasan Taman Jangkar.
"Kalau Taman Jangkar itu bebannya terlalu berat, air masuknya ke saluran Wonorejo dan Ketintang bisa banjir," ucapnya.
Baca Juga:
Rumah Nenek Elina Dirobohkan Ormas, Ratusan Warga Surabaya Turun ke Jalan Tuntut Keadilan
Luberan air di wilayah Ketintang bisa menyebabkan kawasan Wonocolo terendam banjir.
"Maka dari itu kami potong-potong dan tinggal mengarahkan aliran airnya," kata dia.
[Redaktur: Amanda Zubehor]