“Insya Allah, ini bagian dari sistem yang semestinya saling membangun mutual understanding,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada Apindo Jatim yang berkomitmen tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya.
Baca Juga:
Rumah Nenek Elina Dirobohkan Ormas, Ratusan Warga Surabaya Turun ke Jalan Tuntut Keadilan
“Terima kasih atas ikhtiar tidak melakukan PHK. Upaya seperti pengurangan jam kerja atau hari kerja adalah bentuk adaptasi yang patut dihargai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Apindo Jatim Alim Markus menyatakan bahwa kebijakan tarif impor Amerika Serikat akan berdampak pada pengusaha Indonesia, terutama di sektor ekspor.
Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat memetakan solusi dan menjaga wilayah tetap kondusif agar dunia usaha tetap produktif dan dapat mengeksplorasi pasar baru di luar AS.
Baca Juga:
Berdalih Punya Letter C, Samuel Nekat Gusur Rumah Nenek 80 Tahun di Surabaya
“Pemimpin perusahaan harus tegas dan bisa merangkul semua pihak. Pengusaha selalu punya kegigihan,” katanya.
Alim Markus menegaskan bahwa Apindo tidak melakukan PHK, melainkan menyalurkan pekerja yang terdampak ke perusahaan-perusahaan baru yang membutuhkan tenaga kerja.
[Redaktur: Amanda Zubehor]