"Pertama safe atau aman karena tidak mengandung bahan yang membahayakan. Kedua terlihat sehat dan tidak menjijikkan. Ketiga ada keuntungan atau manfaat dari makanan tersebut," ujar Prof Helmi.
Namun belakangan, sejumlah pesan berantai viral di aplikasi perpesanan.
Baca Juga:
Gelar Razia,Satres PPA danĀ PPO Polres Tanah Karo Angkut 18 Orang Pria dan Wanita dari Penginapan.
Pesan tersebut berisi ajakan tidak memakan daging sapi atau olahan daging sapi karena wabah PMK yang menyerang hewan ternak.
Prof Helmi menegaskan pernyataan tersebut tidak benar.
"Enggak benar itu," ujar Prof Helmi.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan: Saatnya Memulai The New Parapat
Lebih lanjut, Prof Helmi juga menjelaskan aspek kedua dari konsep mengonsumsi makanan.
Yakni terlihat sehat dan tidak menjijikkan.
Hal itu ada hubungannya dengan daging/tulang/jeroan hewan yang telah terjangkit virus PMK.