"Pertama safe atau aman karena tidak mengandung bahan yang membahayakan. Kedua terlihat sehat dan tidak menjijikkan. Ketiga ada keuntungan atau manfaat dari makanan tersebut," ujar Prof Helmi.
Namun belakangan, sejumlah pesan berantai viral di aplikasi perpesanan.
Baca Juga:
PHD Sumedang H. Shohibin: Pelaksanaan Wukuf Jamaah KJT 29 di Arafah Berjalan Aman dan Lancar
Pesan tersebut berisi ajakan tidak memakan daging sapi atau olahan daging sapi karena wabah PMK yang menyerang hewan ternak.
Prof Helmi menegaskan pernyataan tersebut tidak benar.
"Enggak benar itu," ujar Prof Helmi.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan: FWLB Rumahela ke-IX 2026 Akan Digelar
Lebih lanjut, Prof Helmi juga menjelaskan aspek kedua dari konsep mengonsumsi makanan.
Yakni terlihat sehat dan tidak menjijikkan.
Hal itu ada hubungannya dengan daging/tulang/jeroan hewan yang telah terjangkit virus PMK.