"Makanya kalau di Lakarsantri ada, kita cek. Soalnya Pak Camat kok ga laporan," ujarnya.
Menurutnya, suara petasan terdengar di hari ketiga sampai kelima puasa.
Baca Juga:
BPK Perwakilan Sumut Terima LKPD Unaudited TA 2025 dari Pemkab Karo Tepat Waktu Sesuai Amanat Undang-Undang
Setelah dilakukan operasi besar-besaran bersama Polrestabes dan KP3 tiap malam, kini sudah tidak mendapatkan keluhan dari warga.
"Saya tiap malam keliling ga pernah dengar suara mercon. Saya tiap malam keliling, ini saya keliling di SIB. Sampai hari ini, hari ke-18 puasa ini kita temukan di 3 hari pertama. Setelah kita laksanakan puasa kedua sampai saat ini keliling dengan bulan sabit suara mercon ga ada. Di medsos kami juga menyampaikan terima kasih sekarang sudah ga ada suara mercon. Awal-awal ditemukan hampir semua merata. Tempat tinggal saya aja ada," pungkasnya.
Sebelumnya, ada warga di Lakarsantri, Surabaya yang resah karena banyak penjual petasan.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
"Mohon kepada pihak-pihak terkait mengenai merebaknya penjual petasan dan kebanyakan pembelinya adalah anak-anak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Yang mana menyalakannya di area pemukiman warga dan membuat resah warga khususnya di sekitar Pesapen Sumurwelut Lakarsantri Surabaya," berikut laporan warga yang diterima wartawan. [non]