“Sebelumnya kan muncul anggaran cukup tinggi. PLN lalu berusaha membantu dengan menyediakan material kabel, dan aksesoris pemindahan gardu yang masih layak pakai,” kata Arya.
Arya bercerita, saat awal pembangunan tiang dan gardu, wilayah tersebut masih berupa pedesaan yang penuh lahan kosong.
Baca Juga:
Hadiri Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yonif 125/Si’mbisa,Bupati Karo:Perkuat Kerja Sama dan Kebersamaan Demi kemajuan
Ketika itu, PLN melibatkan aparatur desa untuk meminta izin secara kolektif.
“Izinnya itu secara kolektif bukan person to person karena dulu itu lahan kosong pedesaan, belum ada rumah,” ujarnya.
Arya pun mengatakan, pada hari Jumat (10/6) mendatang, Tim PLN ULP Bangli akan bertemu dengan pemohon guna membicarakan teknis pemindahan tiang dan gardu listik.
Baca Juga:
94 Calon Jemaah Haji Asal Sumedang Kloter 29 KJT Bertolak dari Asrama Embarkasi Indramayu Menuju BIJB Kertajati
“Kami intens komunikasi dengan yang bersangkutan. Jumat besok kami mau ketemu lagi dan pelanggan sudah paham dan mengerti kenapa sampai muncul biaya,” kata Arya. [non]