Reli menyebut, mayoritas jemaah yang hadir di Masjid Al Madani merupakan mahasiswa. Para mahasiswa didominasi dari ITS dan Unair.
"Kebetulan yang paling banyak tamu di sini mahasiswa yang ada di sekitar Surabaya Timur seperti ITS, Unair. Dan alhamdulillah mereka senang dengan kegiatan ini, bisa membantu mereka yang jauh keluarga, bisa buka bersama temannya, silaturahmi tatap muka," katanya.
Baca Juga:
Wisatawan di Monas Jadi Korban Parkir Liar, Ban Mobil Kempis Usai Bayar Jukir
Reli juga menyebut, kegiatan itu sebenarnya sudah rutin dilaksanakan sebelum pandemi COVID-19. Karena ada pandemi, kegiatan buka bersama ditiadakan selama 2 tahun terakhir.
"Baru kali ini kita membuka untuk umum, dan alhamdulillah animonya luar biasa. Selain bukber kita baksos, beri bingkisan sembako di luar komplek, dan juga warga kampung pemulung di Keputih. Nanti kita malam takbiran akan membagikan zakat fitrah dan mal kepada saudara kita yang fakir miskin," jelasnya.
Menurut Reli, saat hari biasa yakni Senin-Jumat, jemaah yang hadir sebanyak 700.
Baca Juga:
Hidup Sehat Tak Harus Mahal, Ini Cara Mudah Memulainya!
Bahkan, pernah mencapai 1.000.
Namun, saat akhir pekan jumlah jemaah yang berbuka puasa agak menurun.
"Setiap hari terutama weekday ada lah 700-an, bahkan pernah 1.000. Kalau weekend agak kurang karena mahasiswa itu kan kadang pulang, tapi tetap kita siapkan. Hari ini saja 730 kita siapkan, dan memang kata mahasiswa makanan di sini enak-enak," ungkapnya.