Sora mengatakan bahwa penjualan di Agroittica Lombarda melonjak tahun lalu, terutama di AS yang mencapai berlipat ganda.
Sementara itu, perusahaan AS Sterling Caviar, pemilik empat peternakan di California, dan produsen kaviar terbesar di negara itu, mengatakan penjualannya naik 10% pada tahun 2021. Di Inggris, satu-satunya petani sturgeon, Exmoor Caviar, terjual habis.
Baca Juga:
GEMILANG PLN Dorong Electrifying Lifestyle, Warga Tangerang Antusias Coba Kompor Induksi
Analis Kontali, Maren Boe, mengatakan bahwa penjualan online telah menjadi anugerah bagi produsen sejak datangnya pandemi virus corona.
"Dengan menjual kaleng kaviar yang lebih kecil, baik di toko maupun online, produsen dapat menjual kepada konsumen yang ingin meningkatkan kemewahan sehari-hari dengan membeli kaviar untuk dikonsumsi di rumah," katanya.
Pemilik Sterling, Eugene Fernandez, mengatakan bahwa penjualan online melonjak 60% tahun lalu, dibantu dengan peluncuran situs web baru pada bulan Agustus. Menurutnya penggemar kaviar sekarang ingin memakannya secara lebih teratur.
Baca Juga:
Lewat Seminar Asah Kemampuan Public Speaking, PKK Kota Bekasi Ingin Kader Naik Kelas
"Saya pikir ke depan pasar kaviar mungkin akan lebih sedikit produk sesekali untuk liburan, dan lebih banyak sesuatu yang dibeli secara teratur," katanya. [rda]