Mohammad Safi'i penyuluh lapangan Peternakan, setempat membenarkan adanya sapi warga kampung tersebut mengalami kejang dan tidak mau makan.
Ia mengaku sudah seminggu ini banyak menerima laporan kondisi sapi milik warga.
Baca Juga:
DKPP Kota Bengkulu Catat Peningkatan Kasus Jembrana, Peternak Diminta Waspada
"Sudah satu minggu ini yang banyak laporan sapi warga yang mengalami gejala tersebut, tapi sepertinya tidak semuanya terindikasi PMK (Penyakit mulut dan kuku)," tukas Safi'i.
"Hanya satu sapi yang terindikasi kuat terkena (PMK), soalnya mulutnya sudah ada bercak luka," tandas Safi'i. [jat]