"Sehingga menjadi merasa tertekan dan akhirnya disuruh bikin surat pernyataan untuk tidak ingin lagi autopsi dan sebenarnya mereka merasa tidak nyaman," imbuhnya.
Mantan Wakil Ketua KPK ini meminta aparat kepolisian lebih serius dalam melakukan proses ekshumasi dan autopsi untuk menemukan titik terang penyebab kematian pada korban Kanjuruhan itu.
Baca Juga:
Sekda Jember Jadi Tersangka Korupsi Proyek Billboard, Rugikan Negara Rp1,7 Miliar
Menurutnya, polisi harus bergerak berdasarkan metode scientific crime investigation.
"Polisi harus menggunakan segala cara yang ada untuk menginvestigasi itu, harusnya. Tapi kenapa seperti ada keengganan," ujar Laode.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan soal rencana ekshumasi yang akan dilakukan pada 5 November mendatang.
Baca Juga:
Pesta Seks Tukar Pasangan di Kota Batu, Tiap Peserta Bayar Rp825 Ribu
"Ya mas, sudah dikoordinasi dengan PDFI Jatim, TGIPF, LPSK, Kompolnas, dan penyidik," kata Dedi saat dihubungi Wartawan, Minggu (30/10). [afs]