"Makanya di setiap pintu masuk dan kandang RPH semua dilakukan penyemprotan. Hari ini kami semprot beberapa, karena ketika masuk belum sempat kita disinfektan," ujarnya.
Nah melalui upaya-upaya tersebut, Fajar memastikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya berusaha keras untuk mencegah penularan PMK.
Baca Juga:
Kecelakaan di Jalur Kamojang Bandung, Pasangan Pemudik Asal Depok Tewas
Sekaligus melindungi para mitra Jagal.
"Kami ingin memastikan RPH Surabaya itu aman dan tidak adanya wabah masuk, dengan upaya preventif dan pencegahan," katanya.
Meski virus PMK ditemukan di empat kabupaten Jatim, namun hal tersebut tidak mempengaruhi jumlah pasokan daging di RPH Surabaya.
Baca Juga:
Naas! Diduga Kelelahan, Pasutri Asal Depok Tewas saat Kecelakaan di Kamojang Bandung
Rata-rata sekitar 150 ekor per harinya.
"Alhamdulilah jumlah potongan masih tidak terpengaruh. Artinya, RPH Surabaya tetap melayani pemotongan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait kebutuhan daging yang sehat, berkualitas dan terjamin halal," jelasnya.
Sebagai bentuk antisipasi virus PMK, ia juga mengaku telah memberikan pemahaman kepada mitra jagal yang menjadi fokus saat ini adalah pencegahan dan penanganan.