Banyak petani yang mengeluh terhadap ulama dan terhadap tokoh masyarakat lainnya bahwa petani tembakau selalu merugi, sehingga datang kepada para ulama dan ulama untuk diperjuangkan hak-haknya.
“Ya sekalipun merugi para petani tembakau dalam bercocok tanam ibaratkan sudah menjadi suatu tradisi, tidak menanam tembakau seakan tidak enak terhadap tetangga.”
Baca Juga:
Petani Tembakau di Sumedang Terima Bantuan Ternak dari Diskanak Sumedang
“Target kami kedepan, adalah kegelisahan para petani tembakau Madura yang harga tembakaunya murah, dapat didengar atau diperhatikan oleh pihak terkait seperti pabrikan, pemerintah pusat, Provinsi dan kabupaten. Pun kami akan berikhtiyar agar hak-hak petani yang hasil produksi tembakaunya, berkualitas dapat dihargai sepatutnya,” tuturnya.
“Harga tidak jomplang dari biaya produksinya dengan cara membangun Koordinasi dan kerjasama terhadap stakeholder terkait seperti pemerintah pusat, provinsi dan/atau kabupaten ataupun terhadap pihak swasta guna mengembalikan kejayaan petani tembakau Madura,” katanya, menjelaskan.
Adapun, rencana aksi akan dituangkan dalam bentuk planing atau program kerja P4TM guna menggugah kejayaan petani tembakau Madura.
Baca Juga:
DBHCHT Sebagai Upaya Menurunkan Pengangguran dan Kemiskinan Ekstrem di Sumedang
Selanjutnya, pihaknya dukungan kepada semua pihak, mengingat acara tersebut murni untuk kepentingan para petani tembakau Madura.
“Kami berharap, harapan para petani kembali menapaki kejayaannya, sehingga terdengar kembali istilah “TEMBAKAU MADURA SEBAGAI DAUN EMAS” maka kami perlu dukungan dari pelbagai pihak untuk bahu membahu saling rangkul memperjuangkan kepentingan petani tembakau Madura ini,” tandasnya.
Diketahui, pihak panitia telah menyebar enam ribu lebih undangan untuk acara tersebut. Berdasarkan pamflet yang diterima media ini, P4TM dikomandani H. Khairul Umam atau dikenal H. Her, Ketua Dewan Pengawas, RKH. Abd. Aziz Rofi’i. [jat]