Selain itu, pembagian makanan dalam tradisi arebbe juga bisa dilakukan di masjid atau musola untuk dimakan bersama-sama oleh para jamaahnya.
Melansir dari Jurnal Al-Bayan edisi 2018, tradisi ini memiliki makna mendalam akan berbuat kebaikan (bersedekah) kepada sesama sebanyak mungkin di bulan Ramadan.
Baca Juga:
Wujudkan Rutan Bebas Narkoba, Rutan Sidikalang Kembali Gelar Razia Gabungan Insidentil
Selain itu, tradisi arebbe mengajarkan tentang keutamaan bulan Syaban, berhubungan baik dengan tetangga, dan menyemarakkan masjid.
Di bulan suci Ramadan, tradisi mengantar makanan ini dilaksanakan mulai pada malam pertama puasa dan pertengahan bulan Ramadan.
Apabila dilakukan di hari pertama bulan puasa, merupakan bentuk menyambut atas datangnya bulan penuh berkah sekaligus mengharapkan pengampunan dari Sang Pencipta.
Baca Juga:
Disaksikan Prabowo dan Presiden Lee, Indonesia–Korea Selatan Sepakat Perluas Kolaborasi Energi
Sementara itu, bila dilaksanakan pada pertengahan puasa, tradisi arebbe merupakan wujud mendapatkan berkah di malam Lailatul-Qadar.
Umumnya, tradisi arebbe di tengah bulan puasa dilakukan mulai tanggal 17 Ramadan hingga menjelang hari Raya Idul Fitri.
Tradisi arebbe juga bisa berlangsung setelah bulan Ramadan, tepatnya pada hari raya Idul Fitri.