Akibatnya, pengiriman sejumlah 141 ekor sapi tujuan Kalimantan gagal berangkat seiring merebaknya virus PMK.
Darurat protap pun dilakukan Tim Dokter Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan dengan memberikan suntikan vitamin dan antibiotik usai melihat tanda-tanda klinis PMK pada 37 ekor sapi.
Baca Juga:
DLH Bantul Perpanjang Penutupan Pasar Hewan Imogiri untuk Cegah PMK Ternak
Seperti air liur mengalir, tidak mau makan, melepuh di bagian kuku hingga sulit untuk berdiri.
Puluhan sapi diduga kuat terpapar virus PMK itu terdiri dari 20 ekor sapi Madura dan 17 ekor lainnya merupakan sapi silangan. Penyuntikan kedua pun dilakukan. Seluruh sapi disuntik Penstrep (antibiotik), B-Sanplex (vitamin B Komplek), dan Biodin (vitamin penguat otot), Kamis (19/5/2022).
Kini kondisi sapi-sapi positif maupun suspek PMK di kandang UPT Balai Karantina Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan mulai membaik. Dan lalu lintas pengiriman sapi-sapi tersebut tinggal menunggu rilis SOP.
Baca Juga:
Menteri PMK Bela Program Makan Gratis: Media Sosial Jangan Jadi Tempat Kritik Tak Membangun!
“Kendati demikian, lalu lintas pengiriman sapi-sapi keluar Madura sejauh ini tetap tutup. Sebelum aturan pengirim dirilis, karena memang Bangkalan berstatus daerah tertular,” pungkasnya. [jat]