Dalam kesempatan yang sama, Budi mengatakan bandara yang berdiri di atas lahan seluas 34 hektare itu akan melayani rute-rute perintis yang cukup banyak. Di antaranya, Madura- Surabaya, Madura-Bawean, Madura-Pagerungan, Madura-Banyuwangi, Madura-Banjarmasin, Madura-Jakarta, dan Madura-Bali.
"Pembangunan ini kami lakukan dengan dana APBN, meskipun pandemi kami tetap lakukan kegiatan-kegiatan ini," ujar Budi.
Baca Juga:
Wali Kota Bandung Salurkan 12.000 Paket Sembako dan Awasi Gudang Pangan Selama Ramadan
Ia berharap banyak potensi wisata yang berkembang setelah Bandara Trunojoyo diaktifkan.
Mulai 2016 lalu, Ditjen Perhubungan Udara terus mengembangkan bandara yang dikelola Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kementerian Perhubungan.
Saat ini, runway bandara mencapai 1.600 meter x 30 meter dan bisa digunakan untuk pendaratan pesawat jenis ATR-72.
Baca Juga:
Borong 4 Piala BRIT Awards 2026, Olivia Dean Jadi Sorotan Dunia Musik
Bandara Trunojoyo juga telah memiliki gedung terminal baru seluas 3.600 meter persegi dengan kapasitas 129 ribu penumpang per tahunnya.
Bandara dilengkapi standar keselamatan yang mumpuni serta digunakan oleh beberapa sekolah penerbangan, seperti Merpati Pilot School, BP3 Banyuwangi Kemenhub, Nusa Flying Internasional, Aviatera, Global Aviation, dan Bali International Flight Academy. [rda]