WahanaNews-Jatim | Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Timur masuk dalam lima daerah rawan narkoba di Indonesia.
"Jatim masuk lima besar jika dilihat dari permintaan. Jatim agak tinggi. Itu jika berbicara teori penawaran dan permintaan," kata Petrus Golose usai memberi kuliah umum di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Jumat.
Baca Juga:
Kepala BNN: Pengguna Narkoba yang Sukarela Lapor Dijamin Tak Diproses Hukum
Meski demikian, Petrus Golose mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 daerah rawan narkoba di Indonesia telah menurun.
"Ini karena hasil intervensi yang dilakukan. Jatim masih termasuk cukup tinggi rawan narkoba karena itu baru pertama kali dilaksanakan di Surabaya. Namun BNN Jatim sudah melaksanakan intervensi," ujarnya.
Dia memaparkan untuk menurunkan daerah rawan narkoba, pihaknya melakukan akselerasi dengan menggandeng perguruan tinggi (PT).
Baca Juga:
BNN Kabupaten Bogor Ajak Warga Waspada Setelah Terungkapnya Pabrik Narkoba di Sentul
"Intervensinya pada 2023 tetap, paling penting kita harus melakukan bersama yang meliputi pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan," tuturnya.
Pada kesempatan itu Petrus Golose mengajak mahasiswa UWKS menggelorakan perang terhadap narkoba.
"Menggelorakan semangat 'war on drugs' (perang narkoba) merupakan deklarasi untuk menyampaikan bagaimana menyelamatkan generasi muda," kata dia.