WahanaNews-Surabaya | Sebanyak 11 ribu orang diperkirakan tinggalkan Surabaya, pada Jumat (29/4).
Mereka akan mudik dengan armada bus di Terminal Purabaya Surabaya.
Baca Juga:
Instagram Rajai Daftar Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini 10 Besar Lainnya
Komandan Regu Terminal Purabaya Heri Subagyo mengatakan, dibandingkan warga yang keluar dari kota Surabaya, lebih banyak warga yang datang ke Kota Surabaya.
Artinya, penumpang datang lebih banyak.
”Hari ini (29/4) diperkirakan ada 11 ribu penumpang keberangkatan. Kedatangan lebih banyak, diprediksi sekitar 12 ribu lebih,” kata Heri saat ditemui pada Jumat (29/4).
Baca Juga:
Mobil Dinas Tak Boleh Dipakai untuk Mudik, Ini Alasannya
Puncak mudik diprediksi terjadi pada Sabtu (30/4).
Heri Subagyo memprediksi ada 20 ribu penumpang bus yang akan datang ke Terminal Purabaya.
”Puncaknya besok (30/4), diprediksi 20 ribu penumpang antara hari Sabtu atau Minggu (1/5). Soalnya hari ini kan untuk yang cuti. Kalau (libur) dari pabrik atau swasta kan besok,” terang Heri Subagyo.
Berdasar pengamatannya, banyak pemudik yang bekerja di sektor informal.
Sementara karyawan swasta dan pabrik akan mudik besok dan Minggu (1/5).
Rata-rata pemudik menggunakan armada bus ke Ponorogo, Tulungagung, Jakarta, Denpasar, Jawa Tengah, Probolinggo, dan Jember.
”Rata-rata pekerja dari sana. Jadi ini mudik,” papar Heri Subagyo.
Apakah akan ada bus cadangan yang difungsikan? Heru menjawab belum ada.
”Masih mencukupi semua. Kekurangannya bukan dari kendaraan, tapi kru. Kalau AKDP sesuai izin ada 651, AKAP 400an di Purabaya. Kurangnya kru, di masing-masing perusahaan,” tutur Heri Subagyo.
Meski lonjakan pemudik terjadi, Heri menyebut, kendaraan di tol didominasi kendaraan pribadi.
”Dibandingkan dengan 2 sampai 3 tahun kemarin, lebih ramai pada masa pandemi.Penumpang lebih dominan lari ke rental (kendaraan pribadi) Karena kalau sewa mobil mampir-mampir ke keluarga,” kata Heri Subagyo. [non]